
Penjualan mobil Suzuki pada Januari 2019 tercatat hanya 8.271 unit, amblas 28,15% dibandingkan periode yang sama di 2018 sebanyak 11.511 unit.
Demikian pula dengan Honda yang membukukan penjualan 10.064 unit atau anjlok 25,85% dibandingkan Januari 2018 yang mencapai 13.572 unit.
Sedangkan Daihatsu mencatat penurunan penjualan 21,39% menjadi 14.769 unit dari 18.788 yang dibukukan pada periode yang sama di 2018.
Hampir semua ATPM mengalami penurunan penjualan. Namun, ketiga merek di atas penurunannya paling dalam.
Penjualan mobil Toyota tercatat hanya turun 1,25% menjadi 25.092 unit dan Mitsubishi turun 7,72% menjadi 16.383 unit.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai penurunan penjualan kendaraan tersebut merupakan faktor musiman.
"Ini baru sebulan saja sudah heboh. Kita kan enggak tahu mungkin saja ada keterlambatan delivery. Atau karena ada libur Natal dan tahun baru, salesmen-nya kan juga cuti," kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto kepada CNBC Indonesia, Kamis (14/02/2019).
Jongkie menegaskan tidak akan merevisi target penjualan 2019.
"Kita lihat lagi nanti bulan Februari dan seterusnya. Masa karena satu bulan turun, kita revisi target. Tetap optimis 1,1 juta unit tahun ini," tandas Jongkie.
Saksikan bantahan Gaikindo atas tuduhan otomotif penyebab defisit dagang dalam video berikut ini.
(hps/prm)
http://bit.ly/2S0XZ5F
February 15, 2019 at 01:28AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Penjualan Suzuki, Honda, dan Daihatsu Terjun Bebas 20% Lebih"
Post a Comment